Tuesday, March 26, 2013

Tugas INTRUCTIONAL TECHNOLOGY minggu ke 2


Hasil Wawancara Guru Bahassa Inggris SMA NEGERI 1 PLERET

Kelompok kami telah mewawancarai salah satu guru bahasa Inggris di SMA N 1 PLERET. Sekolah tersebut memiliki 3 guru bahasa Inggris yaitu Bu Verra, Bu Hanifah, dan Bu Dara dengan 6 kelas paralel yaitu sekitar 15 kelas dari kelas 1-3. Kebetulan kami bertemu Bu Dara untuk diwawancarai. Teknologi disekolah tersebut sudah cukup lama digunakan. Penggunaan LCD and Projector telah mulai digunakan sekitar tahun 2009, dan mulai saat itu kegiatan belajar pembelajaran telah menggunakan teknologi. Selain itu WIFI atau internet di sekolah telah di sediakan sehingga memudahkan siswa untuk mengakses materi pembelajaaan bahasa Inggris lebih mudah.  Dalam kegiatan belajar mengajar Bu Dara lebih banyak menggunakan metode PPP (presentation, practice, and produce). Media untuk presentasi seperti penggunaan gambar gambar untuk pre-teaching yang ditayangkan lewat projector dan LCD, sehingga siswa lebih termotivasi dan tertarik dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. Sedangkan untuk practice guru mengulas materi sesuai gambar. Produce nya mereka menjawab beberapa latihan, seperti pilihan ganda ataupun essai sesuai dengan materi yang disampaikan oleh guru. Guru biasanya memberikan tugas siswanya menggunakan teknologi internet seperti mencari iklan, membuat iklan,dll. Sedangkan untuk handout pembelajaran untuk SMA ini khususnya guru bahasa Inggris tidak pernah menggunakan LKS ataupun handout dari penerbit lainnya. Mereka menyusun sendiri handout untuk mengajar sesuai dengan syllabus dan RPP. Prinsip mengajar bahasa Inggris masih melekat di jiwa guru guru bahasa Inggris di sekolah ini yaitu mengajar dengan urutan yang benar; listening, speaking, reading, dan writing atau kadang integrated.


Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajarnya, masing masing untuk ketrampilan menggunakan media yang berbeda beda. Untuk listening menggunakan media pembelajaran kaset dan speaker yang disediakan oleh guru bidang studi bahasa Inggris sendiri. Selain itu juga menggunakan movie untuk mengajarkan Genre. Sebenarnya ada applikasi baru yang diperkenalkan oleh dinas tetapi belum dipraktekkan di lingkungan sekolah dengan alasan keterbatasan waktu. Applikasi tersebut adalah LTS.
Untuk kegiatan pembelajaran speaking sendiri biasanya penilainya dilakukan 1 semester sekali dengan alasan waktu yang digunakan kurang untuk sekali tatap muka dengan jumlah siswa setiap kelasnya sekitar 28-30 siswa. Keadaan tersebut tidak memungkinkan untuk mengajarkan speaking secara keseluruhan atau dengan kata lain setiap siswa punya kesempatan speaking dengan gurunya. Untuk pronunciation yang benar guru di SMA in lebih memilih untuk memutarkan kaset atau suara asli orang asing atau native speaker. Untuk pengajaran speaking, banyak kegiatan yang biasanya dilakukan oleh siswa dan guru bahasa Inggris seperti berpidato ketika upacara bendera, atau ketika hari hari besar lainnya, selain itu mereka juga pergi ketempat tempat wisata seperti candi prambanan untuk hunting turis. Untuk prestasi speaking yang peernah diraih oleh SMA ini adalah juara 3 story telling Se-jawa tengah.
Untuk kegiatan pembelajaran reading, karena buku bacaan yang berbasis bahasa Inggris belum begitu banyak tersedia di perpustakaan mereka, Ibu ibu guru bahasa Inggris disekolah ini kreatif sekali. Mereka mencari beberapa bacaan untuk kegiatan pembelajaran reading dengan browsing di internet. Mereka menggunakan beberapa bacaan yang authentic. Hal tersebut bertujuan untuk siswa lebih mudah untuk menambah pembendaharaan katanya.
Untuk kegiatan pembelajaran writing, mereka menggunakan Movie atau buku untuk di resensi. Maksudnya siswa diberi tugas untuk mencari film di internet ataupun membaca novel, setelah itu mereka menulis menggunakan kata kata mereka sendiri tapi tetap dalam bahasa Inggris seperti ringkasan atau film itu ceritanya bagaimana.
Setiap kegiatan pembelajaran baik untuk listening, speaking, reading, dan writing selalu menggunakan media pembelajaran yang berbeda beda sesuai dengan apa yang akan di ajarkan oleh guru tentunya sesuai dengan sylllabus dan RPP. Teknologi di sekolah ini sangat membantu kegiatan belajar mengajar. Tapi ada satu hal yang dari awal saya sendiri tidak menyangka bahwa guru bahasa Inggris yang satu ini tidak memiliki beberapa account yang sering digunakan oleh siswanya seperti facebook, website, blogger, ataupun email. Saat kami tanya kenapa Ibunya hanya menjawab karena tidak suka dengan hal hal seperti itu.

 

SEKIAN
Untuk dokumentasi silahkan kunjungi http://ketemunih.blogspot.com/
Untuk kelengkapan pembelajaran silahkan kunjungi http://qiebinta24.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment