Hasil Wawancara Guru Bahassa Inggris SMA NEGERI 1 PLERET
Kelompok kami telah mewawancarai salah satu guru bahasa Inggris
di SMA N 1 PLERET. Sekolah tersebut memiliki 3 guru bahasa Inggris yaitu Bu
Verra, Bu Hanifah, dan Bu Dara dengan 6 kelas paralel yaitu sekitar 15 kelas
dari kelas 1-3. Kebetulan kami bertemu Bu Dara untuk diwawancarai. Teknologi
disekolah tersebut sudah cukup lama digunakan. Penggunaan LCD and Projector
telah mulai digunakan sekitar tahun 2009, dan mulai saat itu kegiatan belajar
pembelajaran telah menggunakan teknologi. Selain itu WIFI atau internet di
sekolah telah di sediakan sehingga memudahkan siswa untuk mengakses materi
pembelajaaan bahasa Inggris lebih mudah. Dalam kegiatan belajar mengajar Bu Dara lebih banyak
menggunakan metode PPP (presentation, practice, and produce). Media untuk
presentasi seperti penggunaan gambar gambar untuk pre-teaching yang ditayangkan
lewat projector dan LCD, sehingga siswa lebih termotivasi dan tertarik dengan
materi yang akan disampaikan oleh guru. Sedangkan untuk practice guru mengulas
materi sesuai gambar. Produce nya mereka menjawab beberapa latihan, seperti
pilihan ganda ataupun essai sesuai dengan materi yang disampaikan oleh guru. Guru
biasanya memberikan tugas siswanya menggunakan teknologi internet seperti
mencari iklan, membuat iklan,dll. Sedangkan untuk handout pembelajaran untuk
SMA ini khususnya guru bahasa Inggris tidak pernah menggunakan LKS ataupun
handout dari penerbit lainnya. Mereka menyusun sendiri handout untuk mengajar
sesuai dengan syllabus dan RPP. Prinsip mengajar bahasa Inggris masih melekat
di jiwa guru guru bahasa Inggris di sekolah ini yaitu mengajar dengan urutan
yang benar; listening, speaking, reading, dan writing atau kadang integrated.
Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajarnya, masing masing untuk ketrampilan menggunakan media yang berbeda beda. Untuk listening menggunakan media pembelajaran kaset dan speaker yang disediakan oleh guru bidang studi bahasa Inggris sendiri. Selain itu juga menggunakan movie untuk mengajarkan Genre. Sebenarnya ada applikasi baru yang diperkenalkan oleh dinas tetapi belum dipraktekkan di lingkungan sekolah dengan alasan keterbatasan waktu. Applikasi tersebut adalah LTS.
Untuk kegiatan pembelajaran speaking sendiri biasanya
penilainya dilakukan 1 semester sekali dengan alasan waktu yang digunakan kurang
untuk sekali tatap muka dengan jumlah siswa setiap kelasnya sekitar 28-30
siswa. Keadaan tersebut tidak memungkinkan untuk mengajarkan speaking secara
keseluruhan atau dengan kata lain setiap siswa punya kesempatan speaking dengan
gurunya. Untuk pronunciation yang benar guru di SMA in lebih memilih untuk
memutarkan kaset atau suara asli orang asing atau native speaker. Untuk
pengajaran speaking, banyak kegiatan yang biasanya dilakukan oleh siswa dan
guru bahasa Inggris seperti berpidato ketika upacara bendera, atau ketika hari
hari besar lainnya, selain itu mereka juga pergi ketempat tempat wisata seperti
candi prambanan untuk hunting turis. Untuk prestasi speaking yang peernah
diraih oleh SMA ini adalah juara 3 story telling Se-jawa tengah.
Untuk kegiatan pembelajaran reading, karena buku bacaan
yang berbasis bahasa Inggris belum begitu banyak tersedia di perpustakaan
mereka, Ibu ibu guru bahasa Inggris disekolah ini kreatif sekali. Mereka
mencari beberapa bacaan untuk kegiatan pembelajaran reading dengan browsing di
internet. Mereka menggunakan beberapa bacaan yang authentic. Hal tersebut
bertujuan untuk siswa lebih mudah untuk menambah pembendaharaan katanya.
Untuk kegiatan pembelajaran writing, mereka menggunakan
Movie atau buku untuk di resensi. Maksudnya siswa diberi tugas untuk mencari
film di internet ataupun membaca novel, setelah itu mereka menulis menggunakan
kata kata mereka sendiri tapi tetap dalam bahasa Inggris seperti ringkasan atau
film itu ceritanya bagaimana.
Setiap kegiatan pembelajaran baik untuk listening,
speaking, reading, dan writing selalu menggunakan media pembelajaran yang
berbeda beda sesuai dengan apa yang akan di ajarkan oleh guru tentunya sesuai
dengan sylllabus dan RPP. Teknologi di sekolah ini sangat membantu kegiatan
belajar mengajar. Tapi ada satu hal yang dari awal saya sendiri tidak menyangka
bahwa guru bahasa Inggris yang satu ini tidak memiliki beberapa account yang
sering digunakan oleh siswanya seperti facebook, website, blogger, ataupun
email. Saat kami tanya kenapa Ibunya hanya menjawab karena tidak suka dengan
hal hal seperti itu.
SEKIAN
Untuk dokumentasi
silahkan kunjungi http://ketemunih.blogspot.com/
Untuk kelengkapan
pembelajaran silahkan kunjungi http://qiebinta24.blogspot.com/





No comments:
Post a Comment